Dalam Waktu Dekat Kota Bekasi Akan Memiliki Rumah Sakit Pelayanan Paru Terpadu



Kota Bekasi, -- Antara satu sampai dua tahun ke depan warga Kota Bekasi dan sekitarnya akan mempunyai fasilitas Rumah Sakit yang dilengkapi Pelayanan Paru terpadu satu atap. Pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2017 Walikota Bekasi Dr Rahmat Effendi hadir acara peresmian pembangunan yaitu Ground Breaking Pembangunan gedung tersebut di jalan Mayor Oking  Bekasi .Gedung  8 lantai yang dipersiapkan untuk layanan penyakit paru dan saluran pernafasan.

Dalam Sambutannya Wali Kota menyatakan Bahwa nantinya Di RSUD ini ada gedung  Khusus Paru .bahwa kegiatan pembangunan dibiayai anggaran tahun 2017-2018 dengan alokasi sebesar Rp 70,25 milyar. Sementara pelaksana pembangunan berasal dari PT Sinar Terah Sempurna dan PT Andalan Sakti.

"Dengan waktu pelaksanaan pembangunan 390 hari kalender dan insya Allah bulan Desember 2018 akan selesai," tambahnya..tujuanya supaya seluruh Masyarakat Kota Bekasi bisa berobat di RSUD tanpa harus berobat ke luar Kota lagi.Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Sistem Pelayanan Terpadu  adalah satu kesatuan pengelolaan dalam pemberian layanan yang dilaksanakan dalam satu tempat, dikontrol oleh satu pengendalian manajemen, guna mempermudah, mempercepat, dan mengurangi biaya. Terdiri dari beberapa jenis layanan yang penyelenggaraannya secara bersama dan atau oleh beberapa penyelenggara dari mulai permohonan sampai proses penyelenggaraan suatu produk dalam satu atap

Penerapan Pelayanan Terpadu Satu Atap pada pelayanan Paru di RSUD Kota Bekasi. Dilaksanakan dengan memadu beberapa jenis layanan dalam satu tempat, mulai dari tahap registrasi pasen ,pemeriksaan, penemuan kasus penyakit, tindakan pengobatan dan perawatan, dan rehabilitasi hingga pasen dinyatakan sembuh. Sehingga diharapkan kualitas layanan lebih baik, dan dapat memutus rantai penularan penyakit Paru,  diantarnya secara khusus penyakit Paru menular yang berbahaya yaitu akibat Tuberculosis.Selain itu penyakit infeksi Paru lainnya yang tinggi prevalensinya  seperti Pneumonia, Bronchitis. serta penyakit Paru non infeksi seperti astma  Penyakit Paru Obstruktif Kronis akibat merokok dan Tumor Paru.

Penyakit Paru merupakan penyakit yang banyak diderita, sebagai urutan nomor 6  dari kunjungan pasen ke Rumah Sakit. Dan dalam kurun waktu beberapa tahun ini kecenderungannya meningkat, dikarenakan masih belum berhasilnya memutus rantai penularan, keberhasilan terapi TBC masih di bawah 85 persen yaitu Success Rate baru mencapai 78 persen, penyakit Paru akibat lingkungan kerja,allergy, dampak polusi serta dampak merokok.

Fasiltas yang akan dibangun terdiri dari  ruang layanan yaitu sebanyak 119 bed ruang rawat inap, ruang rawat jalan, ruang layanan intensif (ICU) ruang pendukung diagnostic,  dan ruang instalasi penunjang lainnya.Terdapat pula ruang isolasi untuk perawatan penyakit infeksius yang berbahaya seperti flue burung, flue babi, Severe Acute Respiratory Syndrome( SARS), dan penyakit infeksi saluran pernafasan lainnya yang berbahaya seperti Difteri yang akhir akhir ini merebak kembali. Isolasi menjadi penting dikarenakan ketrsediaan ruangan teresebut saat ini belum ada yang sesuai standar , yang ada di sekitar seperti di RS Infeksi Sulianti dan RS Persahabatan  Jakarta. Keberadaan ruang isolasi terstandar diperlukan di kota Bekasi karena sebagai Kota Embarkasi Haji dan mobilitas masyarkatnya tinggi.

Pembangunan fasilitas layanan ini semoga menjadikan layanan paru tidak termarginalkan, representative, sesuai dengan kondisi spesifitas penyakitnya dan merupkan layanan yang mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat untuk menuju Kota Bekasi Yang “Smart Health”. (matahati)
 

Alamat

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kota Bekasi Jl. Jendral Ahmad Yani No. 1 Gd Perkantoran Lt Dasar, Bekasi
email : info@bekasikota.go.id
Tlp : (021) 89452690 Fax : 88959980/88960250