Konsep Smart City, Menyelesaikan Persoalan Perkotaan Dengan Cara ''Thinking Out Of The Box''


Pertumbuhan penduduk yang relatif cepat di perkotaan menimbulkan berbagai permasalahan khas perkotaan, seperti penurunan kualitas pelayanan publik, berkurangnya ketersediaan lahan pemukiman, kemacetan di jalan raya, kesulitan mendapatkan tempat parkir, membengkaknya tingkat konsumsi energi, penumpukan sampah, peningkatan angka kriminal, dan masalah-masalah sosial lainnya.

Masalah-masalah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan semua masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat jika masih menggunakan solusi konvensional yang digunakan saat ini.Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah dan mewujudkan cita-cita kota (aman dan nyaman) untuk penduduknya, diperlukan solusi cerdas dan gegas agar penyelesaian masalah dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan masalah itu sendiri.

Solusi cerdas disini adalah dengan penerapan dan kolaborasi ekosistem kota yang diimplementasikan dalam konsep smart city.Konsep smart city memang merupakan satu hal yang menarik, sebuah kota dengan dukungan teknologi pintar dalam menunjang aktivitas sehari-hari yang akan semakin memudahkan manusia. Untuk mencapai tujuannya (goal), harus didukung dengan pola pikir manusia modern. Kesadaran akan lingkungan, pemanfaatan teknologi yang maksimal, serta kesadaran pentingnya pola hidup cerdas yang perlu menjadi perhatian oleh setiap elemen masyarakat yang hidup dalam area perkotaan.

Ada 5 faktor kunci Pengembangan Smart City, sebagai berikut :
1. Peran Aktiv dan Visi, Dalam mengembangkan konsep smart city, dibutuhkan pemimpin kota dengan visi kota berkelanjutan dan peran aktif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
2. Fokus dan Pentahapan, Untuk mencapai smart city, diperlukan road map yang jelas agar investasi dan pembangunan bersifat efektif.
3. Integrasi Perencanaan, Peraturan dan Regulasi, Harus sesuai dan mendukung dokumen induk perencanaan. Melalui sinergitas tersebut diharapkan terdapat konsistensi dalam proses pembangunan.
4. Pelibatan Masyarakat, Dalam konsep smart city diperlukan pelibatan aktif masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
5. Kerjasama Pemerintah, Swasta, Masyarakat dan Akedimisi, Pengembangan smart city tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah tetapi harus melalui kerjasama swasta dan masyarakat.

Konsep Smart City ini seolah menjadi trend dalam pengelolaan perkotaan. Kota Bekasi memandang perlu untuk mengadopsi konsep ini, bukan hanya sebagai bentuk gengsi untuk disebut sebagai Kota Cerdas, namun disebabkan oleh keinginan untuk menyelesaikan persoalan perkotaan dengan cara yang tidak biasa (Thinking Out Of The Box).

Solusi yang cerdas melibatkan minimal 3 komponen, yakni Teknologi, Proses, dan Manusia. Teknologi berperan sebagai enabler yang mempercepat terjadinya perubahan. Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalah salah satu contoh teknologi yang saat ini terbukti dapat memberikan perubahan gaya hidup manusia diseluruh dunia. Solusi membutuhkan perubahan proses dalam beraktifitas sehari-hari, komponen manusia dibutuhkan karena sebagai penggerak utama perubahan proses dan yang memanfaatkan teknologi tersebut.

Kemajuan bidang teknologi informasi seringkali dipandang secara populer sebagai basis smart city. Tetapi pemahaman secara luas tentang teknologi untuk konteks smart city haruslah dipandang secara sistemik, terkait dengan kesiapan sumberdaya manusia, energy, infrastruktur serta berkelanjutan pelaksanaan program-program pembangunanya tidak terlepas dari karakteristik sosial budaya masyarakatnya itu sendiri. Bila tidak bijak, teknologi bisa bersifat destruktif, untuk itu pemerintah harus terus berlari menyesuaikan dan terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Meskipun administrasi layanan publik tidak akan berubah, tapi Pemerintah Kota Bekasi menyadari agar selalu adaptif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan zaman.

Demikian pula dengan individu masyarakat, harus selalu adaptif terhadap perkembangan teknologi. Disinilah peran dunia pendidikan, harus menciptakan manusia-manusia cerdas yang tangguh, memiliki karakater kuat, bijak dan kreaktif dalam memanfaatkan teknologi dikarenakan disruptif Teknologi Informasi (IT) tidak bisa dihindari. (MataHati)

#BekasiSmartCity #BekasiBAE #MataHati

Sumber :
Sambutan Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi, diwakili oleh Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Dr. dr. Titi Masrifahati, MKM., MARS dalam acara "Seminar Nasional Peran Pendidikan Menuju Smart City" pada hari kamis tanggal 21 Desember 2017 bertempat di Gedung Islamic Centre Kota Bekasi.

        

 

Alamat

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kota Bekasi Jl. Jendral Ahmad Yani No. 1 Gd Perkantoran Lt Dasar, Bekasi
email : info@bekasikota.go.id
Tlf : (021) 88961767 Fax : 88959980/88960250